Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H | Minal Aidin Walfa Idzin Mohon Maaf Lahir & Batin

Rabu, 21 April 2010

Cerpen Karya Aditya Nugraha Artar

“MY JOURNAL LOVE”
Pagi ini hatiku terasa sangat bahagia, ketika umurku bertambah satu tahun lagi, tidak terasa usiaku sudah tergolong usia remaja. “happy birthday…” ujar seluruh keluarga besarku terhadap aku, betapa senangnya hati ini ketika seluruh keluarga dapat berkumpul bersama ketika dihari ulang tahunku. Padahal jarang-jarang loh… kita bisa berkumpul bersama seperti sekarang ini, yah dikarenakan oleh pekerjaan ayah yang selalu pindah-pindah tugas, itulah kehidupanku, mau tidak mau harusku jalani ini semua juga demi aku dan keluarga besar. Aku sangat percaya terhadap perkataan ayah aku yang mengutip kata John F. Kennedy yaitu “Kaum Muda! Yang kita butuhkan adalah orang-orang yang mampu memimpikan sesuatu yang tak pernah diimpikan oleh siapapun!” dari sinilah prinsip kehidupanku mulai kubangun, berkat ayah dan keluarga besarku akhirnya dihari ulang tahunku penuh dengan kebahagiaan yang aku harapkan akan terus terjadi.
Keesokan harinya waktunya aku menuju kesekolah untuk menuntut ilmu dengan baik, semua teman baikku sangat bahagia melihat kehadiranku kembali disekolah, setelah kemarin mereka tidak datang di acara ulang tahunku yang memang aku khususkan untuk keluarga. “eits.. sob bagaimana acara ulang tahunnya kemarin with you family,” tutur Fadil, “alhamdulullah lancar penuh dengan sureprise… aku tidak sangkah itu semua kan terjadi,” kataku. Setelah bicara panjang lebar dengan Fadil dan teman-teman aku yang lain. Aku langsung bergegas menuju kekelas tetangga menemui seorang cewe yang sangat aku kagumi semenjak aku masuk sekolah yang bernama Vista, yah.. bisa dibilang aku dan dia mempunyai hubungan yang melebihi dari teman lah (pacaran). “hay bisa minta waktunya sebentar,” ujar aku, “yah.. kita ngobrol dikantin aja,” tutur Vista, tanpa basa-basi kami berdua menuju kekantin untuk mengobrol bersama. Setelah perbincangan panjang lebar akhirnya kami berdua kembali kekelas masing-masing untuk melakukan aktivitas belajar mengajar. Bel pulang pun bunyi, aku dan teman-teman lainnya pulang bersama-sama, fadil dan aku terpisah dengan teman-teman lainnya dilapangan, itu membuat kami pulang secara sendiri sendiri.
Pada waktu makan siang aku menuju kerumah fadil untuk menyelesaikan semua tugas yang diberikan oleh bapak dan ibu guru, hanya berselah beberapa menit saja tugas yang diberikan oleh bapak dan ibu guru selesai tepat waktu, “Dit,, bagaimana hubungan loe dengan Vista,” tanya Fadil, “untuk sekarang masih baik-baik ajah kok, napa emank?” tuturku, “ngga cuman nanya,” ujar Fadil dengan mimic yang sangat kecewa, tidak lama kemudian Fadil mengajak aku menuju pantai untuk melepaskan kepenatan yang kami alami, dan tawaran itupun langsung kuterimahnya, “let’s go…” ujar kami berdua. Dalam perjalanan menuju pantai tiba-tiba bensin motor aku habis, “bantuin aku dorong,” tuturku, hingga sampainya dipertamina, kami semua sangat kelelahan bagaimana tidak hampir sekitaran 2 km kami berdua mendorong motor mogok, “huff.. cpek juga yah,” ujar aku, “yah.. jelas lah,” kata Fadil dengan wajah yang sangat kelelahan. Di hari itu kami berdua, terutama aku mendapat pelajaran yang sangat penting yaitu sebelum melakukan sesuatu kita harus siap dengan apa yang akan terjadi. Setibanya di tempat tujuan yaitu pantai kami berdua pun langsung melampiaskan semua kepenatan yang ada dengan cara berteriak dengan sangat kencang, “Haaaaaaaaaaaaa…” teriak aku dengan sangat kencangnya ditepi pantai, “hey loe kaya orang gila aja?” tutur Fadil, “yah terselah loe lah,” kataku, kemudian ku teruskan teriakanku dengan sangat kencangnya untuk yang kedua kalinya.
Kumandang adzan dari mesjid pun terdengar itu tandanya waktu sudah menandakan malam, kemudian kami berdua pulang untuk melakukan sholat magrib dirumah masing-masing.
Sesudahnya sholat dirumah, seperti biasa aku selalu melakukan aktivitasku yaitu belajar untuk memahami apa yang terjadi dengan diri aku hari ini, yah mungkin menurut orang banyak yang aku lakuin itu sangat tidak penting malahan mereka menganggap hanya membuang buang waktu saja. Tapi tanpa itu aku tidak akan pernah tau tujuan hidup itu apa? Inilah biasa yang membuat aku selalu berselisih paham terhadap orang yang tidak mengerti pola berpikir aku, terutama terhadap Fadil. Tiba-tiba ibu aku memanggil “adit… udah malam waktunya tidur,” tutur ibu aku, “iya.. bu..” kataku, dan setelh itupun selesai aku langsung menuju ketempat tidur untuk berlayar kepulau kapuk heheheheh… maksudnya bobo.
Hari esoknya setelah pulang sekolah aku langsung bergegas menuju kesuatu tempat untuk menemui Vista, “hay.. udah lama yach?” ujar aku, “ngga kok, oh iya apa yang mau kau bilang ama aku?” tutur Vista, “gini sebentar sore kamu ada acara nggak? Kalau ngga ada kita keluar yuk jalan-jalan?” ujar aku dengan perasaan yang campur aduk, gimana tidak baru pertama kalinya aku berbicara dengan cewe terus ngajak dia keluar jalan-jalan, uhhff.. memang ini sangat berkesan. “ owh, iya bisa kok!” kata Vista, “ kalau begitu aku jemput yach dirumah jam setengah 3 sore?” tutur aku, “iya.. jangan sampai telat yach!” kata vista, akhirnya kami berdua pulang kerumah masing-masing dengan sendiri-sendiri. Setelah dirumah tiba-tiba handphone aku berbunyi dan ternyata itu dari Vista, yah langsung aku angkat teleponnya, eh.. ternyta miscall. Tidak lama kemudian ada pesan yang berupa sms dari Vista, yang mengirimkan permohonan maaf karena tidak bisa keluar sama aku, dia harus ngantar neneknya ke rumah sakit, setelah membaca pesan dari Vista terpaksa aku memutuskan untuk mengajak Fadil keluar, soalnya aku sudah terlanjur izin sama nyokab, “dil.. keluar yuk?” ujar aku melalui telepon, “sory sob aku ngga bisa udah ada janji ama teman.. maaf!” kata fadil, “yach udah thanks yach” ujar aku dengan hati yang sedikit kecewa. Tapi aku bakalan tetap keluar meskipun seorang diri. Akupun pamitan sama keluarga, tiba-tiba dijalan aku melihat Vista bersama seorang cowok, aku langsung sangat kaget, akupun memutar mobil untuk mengikuti kemanah Vista pergi dan siapa yang tengah bersama dia, akhirnya mereka berhenti disuatu tempat dan turunlah aku dari mobil untuk menemui Vista dan mengetahui siapa cowok yang tengah bersamanya itu. Ternyata cowok yang tengah bersama Vista itu adalah Fadil sahabat aku sendiri, betapa kecewanya aku terhadap Fadil bagimana tidak dia sudah mengetahui bahwa aku dan Vista itu berbapacaran, tapi dia terus saja mendekati Vista malahan dia dan Vista sudah berpacaran dibelakang aku. Tanpa pikir panjang Akupun langsung meninggalkan mereka dan pergi ke suatu tempat tepatnya di pinggir pantai untuk melepaskan semua masalah yang aku alami, tapi aku masih tidak tau mengapa mereka berdua ngelakuin itu terhadap aku?, padahal aku sangat tidak pernah berbuat salah terhadap Vista dan Fadil apalagi menyakiti hati mereka, terutamnya Fadil, yah.. tapi mau diapa mungkin sudah beginilah jalannya semua.
Setelah kejadian itu persahabatanku dengan fadil menjadi kacau dikarenakan oleh seorang cewek yang sangat tidak pernah bisa menghargai perasaan orang lain, sejak dari itu kehidupanku berubah total, aku bisa bersikap lebih bijaksana lagi, bisa menjadi pria yang dewasa, dan aku jadi bisa membedakan antara orang yang benar-benar tulus dengan orang yang hanya memanfaatkan orang lain saja. Aku hanya bisa pasrah terhadap apa yang kualami sekarang tapi yang jelas semua yang dilakuin Fadil dan Vista terhadap aku itu semuanya sudah aku maafkan, semoga mereka bisa menyadari pentingnya menghargai perasaan orang lain dan juga semoga, cukup aku saja yang disakiti oleh mereka berdua. Amieen….
Akhirnya orang yang pernah mengisi hatiku itu telah pergi mungkin dia mengejar cinta sejatinya, tapi hidupku tidak harus berhenti sampai disini “my life must go on”
thanks

Tidak ada komentar:

Posting Komentar