PENGALAMAN PERTAMA
KARYA : ANDI PANGERAN P.A
Pagi hari , aku,ayah,ibu dan adiku menyiapkan barang bawaan untuk berlibur ke kota Makassar, untuk pertama kalinya aku berlibur ke kota Makassar bersama keluarga dengan menggunakan pesawat udara.Setelah semua perlengkapan telah siap, aku bergegas mandi.Pada pukul 10.00 tepat ,aku dan keluargaku bergegas masuk ke dalam mobil untuk memulai perjalanan menuju kota Kendari, perjalanan menuju kota Makassar harus melalui kota Kendari hal ini disebabkan karena hanya ada satu Bandara dan itu terletak di kota Kendari.
Sepanjang perjalan menuju kota Kendari aku melihat banyak sekali pepohonan dan jurang yang terjal,setelah beberapa saat kepalaku terasa pusing dan perutku terasa mual.Aku baru menyadari bahwa aku mempunyai penyakit mabuk perjalanan jauh.Ibuku memerhatikanku dan mengatakan”Minumlah obat ini dan berbaringlah”Ujar ibuku sambil memberikan obat anti mabuk padaku.Tapi sesaat sebelum aku berbaring aku menoleh ke arah adiku dan bertanya dalam hati mengapa bisa anak sekecil itu tak merasakan apa-apa,padahal perjalanan menuju kota Kendari ini menempuh jarak yang cukup jauh dengan jalannya yang berkelok-kelok sehingga orang yang mempunyai penyakit mabuk perjalanan jauh akan tersiksa dibuatnya.
Tampa terasa mataku mulai tertutup dan aku mulai tertidur.setelah kira-kira dua jam aku tertidur aku terbangun karena merasa kaget, sebab mobilku menginjak lubang dengan keceptan yang sangat tinggi, aku bertanya kepada ayahku “Ayah apa masih lama sampainya ?” Tanya ku kepada ayah “sekitar lima kilometer lagi kok!” jawab ayah, tampa pikir panjang aku membaringkan kembali keplaku dan segera melanjutkan tidurku yang sebelumnya tertunda.
Satu jam telah berlalu, Aku dibangunkan oleh ibuku dan ibuku mengatakan”Nak,ayo bangun bandaranya sudah dekat.”Ujar ibuku, dan akupun segera bangun dan SSSWUUTT!!!! Terdengar suara pesawat yang melewati atap mobilku.aku terkagum-kagum melihat peristiwa tersebut dan tak sabar untuk menikmati perjalanan dengan menggunakan pesawat udara, sesampai di bandara udara yang bernama Wolter Monginsidi itu kami segerah masuk dan aku memerhatikan cara-cara untuk mengurus penerbangan yang di lakukan oleh ayahku.
Sambil ayahku mengurus penerbangan kami aku,adik dan ibuku beristirahat sejenak di ruang tunggu bandara. Aku menatap ibuku sambil berkata “kelak aku akan menjadi seorang boss yang bepergian menggunakan pesawat pribadiku sendiri dan akan membahagiakan ayah dan ibu” ujarku dan pernyataanku itu di Aminkan oleh ibu dan adiku,tak lama kemudian ayah datang menghampiri kami,dan ibuku menceritakan apa yang aku cita-citakan tadi pada ayahku dan ayahku sangat mendukung impianku itu.
Setelah beberapa jam menuggu akhirnya terdengar pemberitahuan bahwa pesawat dengan tujuan Makassar di persilahkan naik melalui pintu nomor 2,kami pun bergegas menuju pesawat danjatungku terasa berdebar-debar ketika ingin menaiki pesawat.setelah beberada di dalam pesawat ayahku mencari nomor tempat duduk yang tertera pada tiket.
Setelah semua penumpang telah naik pilot memberitahukan bahwa pesawat sebentar lagi akan take off dan aku diberitahu oleh ayahku agar memasang sabuk pengaman dan berdoa sebelum pesawat take off.dan tak lama kemudian pesawat mulai bergerak mengelilingi bandara dan tiba-tiba pesawatnya melaju sangat kencang dan SWUUTT,bandara wolter monginsidi terlihat kecil pertanda pesawat telah terbang.
Aku terkagum dengan pemandangan bumi yang terlihat sangat kecil dan indah dan sejak kejadian itu aku mengambil prinsip hidupku bahwa kita tak boleh sombong hidup di dunia seberapa banyak pun harta dan ilmu yang kita miliki di hadapan tuhan kita hanya bagaikan titik, dan juga jika kita ingin sukses kita harus belajar keras dahulu baru menjadi baru menikmati hasilnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar