Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H | Minal Aidin Walfa Idzin Mohon Maaf Lahir & Batin

Selasa, 20 April 2010

Cerpen My Life by Irfariza

My Life
Zhuyan berada ditempat paling indah yang pernah dilihatnya. Sambil menikmati tempat seperti surga itu dia melihat sesosok pemuda yang bersinar karena, penasaran dengan pemuda tersebut dia pun memberanikan dirinya untuk mendekati pemuda itu tapi, ditengah perjalanannya terdengar suara seperti petir yang menyambar semua mimpi-mimpi indahnya.
“ Zhu banguuuuuunnnnn………,”sambil mengguncang tubuh sang anak.
“ Huaaaa, udah jam berapa sih mam ?” sambil mengucek matanya
“ Sekarang sudah jam 09.15 pagi tau,”
Ehm, zhuyan terheran-heran dengan sikap sang mama, ini kan hari minggu kok jam segini udah dibangunin tapi, zhu ( panggilan kesayangan keluarga dan sahabat-sahabatnya ) tetap bangun dari tempat tidurnya dan langsung menuju kamar mandi kesayangannya. Setelah satu setengah jam akhirnya zhu pun pergi dan turun ke ruang keluarga. Setibanya di ruang keluarga dia melihat setiap anggota keluarganya telah bersiap untuk piknik, zhu pun teringat dengan kebiasaan keluarganya ” Setiap weekend keluarga Kagami piknik di berbagai tempat wisata,” tapi, ada pemandangan aneh sang kakak, kak Hyun ada ditengah-tengah mereka.
“ Kak, katanya gak bisa pulang ?” menghampiri sang kakak tersayang
“ Mas mau buat surprise buat kamu,” memeluk sang adik
“ Ayo, kita pergi. Are you Ready ?” kata sang papa
“ Let’s Go,” ujar semua anggota keluarga
Keluarga Kagami akhirnya memilih Museum Kanara sebagai tempat piknik weekend ini. Zhu pun merasa senang dapat berkumpul bersama semua keluarganya khususnya sang kakak. Sore menjelang keluarga Kamagi pulang kerumah. Setelah sampai dirumah Zhu langsung ke kamarnya dan mandi setelah melihat-lihat berbagai peninggalan sejarah di Bandung.
Keluarga Kagami berkumpul di ruang keluarga sambil menghabiskan waktu bersama-sama. Zhu sedang menyelesaikan karya ilmiah untuk ke Singapura dalam rangka “ physics Competition,” tiba-tiba adik Zhuyan dengan langkah kecilnya berjalan didepan Zhuyan dan menumpahkan susunya ke karya ilmiah miliknya. Dengan spontan Zhuyan yang sedang naik darah memukul sang adik sehingga adiknya menangis merengek-rengek. Mama yang sedang berada didapur menghampiri adiknya dan menampar Zhuyan.
“ Apa maksud mama ?” Menangis dan mengelus-elus pipinya.
“ Maksud mama, kenapa kamu memukul adik mu ?”
“ Aku memukul dia karna ini mam,” mengangkat tulisannya yang bercampur dengan susu.
“ ( Menampar Zhu lagi ) kamu pikir dia sengaja ? Dia masih kecil tau,”
“ Dia kecil, mam, dia kelas 1 smp dia itu udah besar, !”
“ B O D O H, ini salah kamu tau tulis karya ilmiah di ruang keluaga.
Zhu langsung pergi dari neraka itu karena, dia tau mamanya akan selalu membela sang adik walaupun sang adik yang salah. Setibanya di kamarnya dia langsung membanting dirinya ke tempat tidur dan menumpahkan kekesalannya dengan boneka kesayangannya yaitu “ Blue White.” Setelah menangis tanpa sadar Zhu langsung memasukan semua baju dan peralatan sekolahnya dikoper. Diapun kabur dari rumah dengan melompat dari jendelanya. Setelah berada dijalan raya dia tak tau dimana dia akan pergi dan bertempat tinggal, tiba-tiba dia teringat dengan sahabatnya, yoona. Setelah dia menyetop taksi dan langsung menuju kerumah sang sahabatnya itu.
Sesampainya disana dia mengetuk pintu rumah yoona, setelah membuka yoona kaget dengan kedatangan zhuyan dengan koper dan wajah yang aut-autan.
“ Zhu, kamu kenapa ?”
Tanpa mendengar pertanyaan yoona, Zhu langsung menuju kamar yoona dan menangis sejadi-jadinya. Yoona yang kaget dengan sikap sang sahabat langsung menanyakan apa yang sedang terjadi akhirya Zhu menceritakan semuanya dan tujuannya untuk sementara tinggal dirumah yoona. yoona yang kasihan melihat sahabatnya mengiyakan apa yang Zhu katakan.
Pagi hari dirumah Zhuyan mama heboh melihat semua barang-barang Zhuyan telah tiada. Dengan spontan dia menyuruh Hyun untuk mencari adiknya disekolah. Sesampainya Hyun di sekolah Zhuyan dia melihat adiknya sedang berjalan bersama yoona. Hyun pun Menghampiri sang adik. “ Zhu kamu kemana ?” memegang tangan sang adik
“ ( kaget dengan kedatangan kak Hyun ) Kakak ? kak gak perlu tau Zhu kemana, sekarang Zhu kan gak diperlukan lagi di rumah,” melepaskan tangannya dari pegangan kak Hyun dan langsung lari menuju ke kelasnya. yoona yang melihat kejadian itu hanya bisa menonton karna tidak bisa berbuat apa-apa dan akhirnya yoona pun menghampiri sahabatnya.
Sepulang sekolah yoona dan zhuyan langsung kerumah yoona. Didalam bus Zhuyan berpikir untuk kerja dan mencari rumah kost karena dia tidak mau merepotkan sang sahabat. Keinginannya itu diceritakan kepada yoona, yoona pun kaget dengan kekonyolan sang sahabat tapi karena melihat tekad sang sahabat sudah bulat sehingga dia menemani Zhuyan untuk mencari rumah kost yang berdekatan dengan sekolahnya dengan uang yang Zhuyan pinjam kepada yoona dan berjanji akan menggantinya setelah dia mendapat pekerjaan.
Selang beberapa hari, dicuaca yang panas ini terlihat seorang gadis yang sedang tertatih-tatih mengangkat kakinya untuk mengambil selangkah saja. “ Huuuu, panasnya hari ini, emangnya gak ada lagi tempat pekerjaan di kota sebesar ini?” Setelah mengomeli dirinya sendiri, Zhu pun langsung berjalan ke sebuah toko kaset.
“ Permisi, apakah disini menerima pekerjaan ?”
“ (berbalik) eh, kenapa ?”
“ ( terpana melihat pemuda tersebut ) apakah disini menerima pekerjaan ?”
“ Oh… ya kami membutuhkan seorang wanita untuk menjaga toko kaset ini ? apakah kau mau ?”
“ Tapi, saya tidak perlu menjaga 24 jam kan ?”
“ ( tertawa ) Ya tidak lah. Kamu hanya membersihkan tempat kaset dan melayani pembeli,”
“ Oh… tapi, saya masih bersekolah ?”
“ Tidak apa-apa. Kamu datang kesini setelah pulang sekolah dan kamu mulai bekerja besok !”
“ Terima kasih, tapi, upah saya berapa ?”
“ Oh iya, hampir saya lupa, upah kamu sebulan 450 ribu.”
“ Terima Kasih, pak.” ( Keluar dari toko kaset tersebut )
Akhirnya, Zhu mendapat pekerjaan. Eitsss, Pemuda tadi mengingatkan Zhu kepada Pemuda yang ada dimimpinya. Dia seperti malaikat yang diciptakan tuhan untuk menolong Zhu. Sambil berjalan dalam perjalanan pulang Zhu melihat Motor yang tidak asing lagi dia lihat dekat tempat kostnya, sambil berpikir, akhirnya dia ingat kalau pemilik motor tesebut adalah sang kakak. Akhirnya dia menghampiri sang kakak.
“ Ngapain kak Hyun kesini ?” Membuka pintunya
“ Kamu sungguh tidak mau pulang kerumah ?”
“ Buat apa aku pulang ? Rumah pasti aman tanpa aku disana dan sekarang aku sudah mendapatkan pekerjaan, jadi kakak gak perlu khawatir !”
“ Siapa yang bilang, rumah jadi sepi tau.” Mama udah rindu ama kamu !”
“ Kak Hyun gak salah bilang kalau mama rindu ama aku, Disana kan ada Zhi ?”
“ Sudahlah lupakan aja. Ayo, kita pulang ( Menarik tangan Zhu )
“ kak lepasin, Zhu udah bilang kalau Zhu gak mau pulang. Mendingan kakak pulang !”
Sang kakak tak bisa berbuat apa-apa lagi karena, Dia tau zhu tidak akan menarik keputusannya yang sudah bulat. Maka dari itu dia pulang dengan perasaan yang aduk-adukan karena, dia sudah berjanji kepeda keluarganya akan membawa Zhu pulang.
Keesokan Harinya, zhu tengah berlari-lari karena, dia takut dia terlambat masuk kerja, dalam hati Zhu berkata “ Kenapa sih harus ada yang namanya macet, sekarang aku jadi terlambat padahal hari ini hari pertama aku masuk kerja. I H A T E M A C E T”.
Sesampainya di tempat kerja, dia tidak melihat sang malaikat ditempat kerjanya, “ Kemana dia ? baguslah jadi aku tidak perlu dimarahi.” Tiba-tiba ada seseorang memegang pundaknya “ darimana saja kau ? kamu tau saya capek melayani pembeli tau.” Berbalik melihat sang malaikait eits, sang bos. “ maaf pak tadi dijalanan macet sedangkan saya ini lari pak, Maaf kan saya ya pak!” sang bos yang melihat karyawannya merasa iba “ Baiklah, kau saya maafkan tapi, kamu jangan mengulanginya lagi and saya harap, kau memanggil saya kak Zen mengerti ?” Raut muka gembira terpancar dimuka Zhu dan akhirnya dia mengetahui namanya, Z E N, cool name.
Setelah bekerja hingga malam, Zhu pun ganti baju dan memasukan semua barang-barangnya didalam tas. Setelah berpamitan kepada pak Cheng ( Satpam di toko kaset ) tiba-tiba motor kak zen berhenti didekat Zhu tanpa Zhu duga kak Zen menawari zhu untuk pulang bareng dengan naik motor, tawaran yang menyenangkan itu tak akan dilewatkan oleh Zhuyan akhirnya, impian yang selama ini Zhu impikan terwujud juga. Setelah sampai dikostnya Zhu, zhu melihat sang kakak dan Zhi ( sang adik )
“ Ngapain kak Hyun kesini lagi, trus kok dia ada ? Lo mau ngapain kerumah gue, mau ngancurin rumah gue lagi, hah ?” ( mendorong sang adik )
“ Kak zhu kok begitu ? zhi cuman mau minta maaf sama kak Zhu.”
“ Minta maaf kamu bilang, kenapa bukan dari kemaren aja ?
“ Zhi ngaku salah kak, mama nangis terus di rumah mikirin kakak, Zhi kasihan ngelihatnya, kakak mau pulang kan ?”
“ PULANG ?( berteriak ) kamu fikir kakak gak sakit hati apa ditampar mama 2 kali cuman gara-gara kamu ? ( menangis )
“ maka dari itu, Zhi kesini kak, mama mengharapkan kakak pulang, kakak harus pulang ! ( menarik tangan sang kakak )
“ Zhu, lebih baik kamu pulang, kamu gak kasihan sama mama kamu ? ( Zen menimpali )
“ Kak Zen gak ngerti dengan masalah aku, jadi jangan ikut campur deh !”
“ Kak Zen juga seperti kamu, kakak kabur dari rumah gara-gara adik kakak sampai sekarang kakak belum pernah pulang sampai akhirnya ibu kakak meninggal, Mulai dari saat itu kakak sadar kalau keluarga itu lebih penting daripada mentingin ego kamu sendiri, kakak gak mau kamu menyesal akhirnya.” ( berkaca- kaca)
“ Apa yang dibilang teman kamu itu benar Zhu, kakak kangen sama kamu !”
“ Baiklah, ini karena kak Zen dan kak Hyun Zhu mau pulang tapi, Zhu gak mau Kalau Zhu harus bicara sama perusak masa depan ini.” ( menunjuk sang adik )
“ Baiklah, yang penting kamu mau kembali kerumah !”
Malam itu Zhu pulang kerumahnya, Zhu tidak menyangka ternyata keluarganya menunggu kedatangannya, saat Zhu masuk kedalam rumah mama Zhu langsung memeluk Zhu dan menangis bahagia karena anaknya sudah pulang. Tanpa Zhu sadari air mata juga berlinang dan semua keluarga Zhu memeluknya. Zhu pun bahagia kembali kerumahnya walaupun hubungannya dengan Zhi tidak kunjung membaik namun, hubungannya dengan kak Zen berjalan dengan baik dan akhirnya Zhu bisa mengganti uang Yoona walaupun Yoona menolaknya dan persahabatan mereka semakin kuat.

P E N U L I S
Irfariza Afidati. M

Tidak ada komentar:

Posting Komentar